Kerentanan akun terhadap salah pencatatan akibat kesalahan atau fraud/kecurangan timbul dari kondisi-kondisi yang memungkinkan kesalahan — baik disengaja maupun tidak disengaja — oleh manajemen dalam mempertahankan netralitas saat menyiapkan laporan keuangan. Bias manajemen sering dikaitkan dengan kondisi yang berpotensi menyebabkan manajemen tidak netral dalam menggunakan judgment/pertimbangan, yang dapat menyebabkan salah saji material atas informasi dan dapat dianggap sebagai kecurangan (fraud) jika dilakukan secara sengaja.
Fungsi ICOFR perlu memperoleh pemahaman tentang bagaimana manajemen mengidentifikasi dan menangani kerentanan terhadap salah saji akibat bias manajemen antara lain dengan menilai bagaimana manajemen:
- Memilih atau menerapkan metode, asumsi, dan data yang digunakan dalam membuat estimasi akuntansi.
- Memantau KPI.
- Mengidentifikasi insentif keuangan atau insentif lainnya yang dapat menjadi motivasi timbulnya bias.
- Memantau perubahan metode, asumsi signifikan, atau data yang digunakan dalam membuat estimasi akuntansi.
- Merancang dan mengawasi model yang digunakan dalam membuat estimasi akuntansi.
- Mendokumentasikan rasional atas berbagai judgment yang dibuat dalam penyusunan estimasi akuntansi.
Contoh Akun dengan Risiko Tinggi terhadap Kesalahan
Akun-akun ini sering melibatkan estimasi kompleks, pertimbangan subjektif, atau proses manual:
- Beban Pajak Penghasilan / Aset & Liabilitas Pajak Tangguhan. Memerlukan perhitungan pajak dan asumsi yang kompleks.
- Penurunan Nilai Aset (Goodwill, Aset Takberwujud, Aset Tetap). Estimasi bersifat subjektif dan bergantung pada proyeksi arus kas masa depan.
- Pendapatan (terutama kontrak jangka panjang atau banyak unsur). Aturan pengakuan yang kompleks (PSAK 72).
- Liabilitas Sewa dan Aset Hak Guna. Kompleksitas dalam menentukan masa sewa, tingkat diskonto, dan klasifikasi (PSAK 73).
- Pengukuran Nilai Wajar. Menggunakan input yang tidak dapat diobservasi dan model valuasi.
- Persediaan. Penyesuaian manual, metode perhitungan biaya (FIFO, LIFO), dan estimasi nilai wajar.
- Liabilitas Akrual dan Provisi. Bergantung pada estimasi manual (misalnya, provisi hukum, akrual bonus).
- Konstruksi Dalam Proses (CIP) atau Pekerjaan Dalam Proses (WIP). Kompleksitas dalam pengakuan pendapatan dan estimasi biaya proyek jangka panjang.
Contoh Akun dengan Risiko Sedang terhadap Kesalahan
Akun-akun ini juga melibatkan estimasi, tetapi biasanya memiliki proses yang lebih terstruktur:
- Piutang Usaha (termasuk Cadangan Kerugian Penurunan Nilai Piutang). Estimasi atas kemampuan pelanggan membayar bisa berisiko kesalahan.
- Beban Dibayar di Muka & Aset Lancar Lainnya. Rentan terhadap kesalahan waktu pengakuan atau salah klasifikasi.
- Penyusutan dan Amortisasi. Potensi kesalahan dalam menentukan umur manfaat atau nilai sisa.
- Utang Usaha. Rentan terhadap kesalahan klasifikasi atau pemotongan periode akhir (cut-off).
- Liabilitas Gaji. Kesalahan dapat muncul dari interface sistem atau penyesuaian manual.
Contoh Akun dengan Risiko Rendah terhadap Kesalahan
Biasanya lebih rutin, tidak banyak melibatkan pertimbangan:
- Kas dan Setara Kas. Umumnya direkonsiliasi secara berkala; kesalahan jarang terjadi.
- Pinjaman Jangka Pendek. Saldo dan syarat yang cukup jelas.
- Modal Saham / Agio Saham (Additional Paid-in Capital). Jarang berubah dan biasanya berdasarkan dokumen resmi penerbitan.
- Dividen yang Masih Harus Dibayar. Ditentukan melalui keputusan direksi, minim estimasi.


Leave a comment