Kerentanan akun terhadap salah pencatatan akibat kesalahan atau fraud/kecurangan timbul dari kondisi-kondisi yang memungkinkan kesalahan — baik disengaja maupun tidak disengaja — oleh manajemen dalam mempertahankan netralitas saat menyiapkan laporan keuangan. Bias manajemen sering dikaitkan dengan kondisi yang berpotensi menyebabkan manajemen tidak netral dalam menggunakan judgment/pertimbangan, yang dapat menyebabkan salah saji material atas informasi dan dapat dianggap sebagai kecurangan (fraud) jika dilakukan secara sengaja.
Fungsi ICOFR perlu memperoleh pemahaman tentang bagaimana manajemen mengidentifikasi dan menangani kerentanan terhadap salah saji akibat bias manajemen antara lain dengan menilai bagaimana manajemen:
- Memilih atau menerapkan metode, asumsi, dan data yang digunakan dalam membuat estimasi akuntansi.
- Memantau KPI.
- Mengidentifikasi insentif keuangan atau insentif lainnya yang dapat menjadi motivasi timbulnya bias.
- Memantau perubahan metode, asumsi signifikan, atau data yang digunakan dalam membuat estimasi akuntansi.
- Merancang dan mengawasi model yang digunakan dalam membuat estimasi akuntansi.
- Mendokumentasikan rasional atas berbagai judgment yang dibuat dalam penyusunan estimasi akuntansi.
Contoh Akun dengan Risiko Tinggi terhadap Salah Saji karena Fraud
- Pendapatan (Revenue). Risiko pengakuan pendapatan fiktif, percepatan pengakuan, atau pengakuan di periode yang salah (cut-off error), termasuk manipulasi kontrak atau channel stuffing.
- Akun Piutang Usaha (Accounts Receivable). Berisiko jika pencatatan penjualan fiktif dilakukan tanpa pembayaran aktual dan potensi manipulasi estimasi cadangan kerugian piutang (allowance for doubtful accounts).
- Biaya Ditangguhkan / Aset Dibayar di Muka. Digunakan untuk menunda pencatatan beban agar laba tampak lebih tinggi.
- Aset Tidak Berwujud & Goodwill. Estimasi subjektif dan kompleks, bisa digunakan untuk menghindari pencatatan rugi penurunan nilai.
- Cadangan atau Provisi (Contingent Liabilities, Accrued Liabilities). Bisa ditingkatkan atau diturunkan secara tidak wajar untuk memanipulasi laba bersih.
- Persediaan (Inventory). Risiko terkait pencatatan kuantitas fiktif, overvaluasi nilai, atau manipulasi harga pokok penjualan (COGS). Umum digunakan untuk meningkatkan margin laba.
- Beban Operasional (Operating Expenses). Potensi penyembunyian biaya yang tidak sah atau manipulasi klasifikasi untuk mengurangi beban periode berjalan.
- Pengeluaran terkait Belanja Modal (Capital Expenditures). Risiko kapitalisasi biaya operasional untuk menunda beban dan meningkatkan laba.
Contoh Akun dengan Risiko Sedang terhadap Fraud
- Kewajiban Pajak Penghasilan (Income Tax Liabilities). Potensi untuk menghindari pengakuan beban pajak melalui estimasi atau penundaan pajak.
- Akun Bank & Kas (Cash & Bank Accounts). Risiko penggelapan, terutama jika tidak ada rekonsiliasi yang memadai atau ada akses istimewa yang tidak dikontrol.
Contoh Akun dengan Risiko Rendah terhadap Fraud
- Modal Saham / Agio Saham (Equity Accounts). Umumnya tidak rentan terhadap fraud karena berbasis dokumen legal dan persetujuan pemegang saham.
- Hutang Usaha (Accounts Payable). Lebih sering terjadi kesalahan (error) daripada fraud, kecuali ada kolusi dengan vendor.
- Utang Bank & Pinjaman (Debt & Notes Payable). Risiko relatif rendah karena pengendalian eksternal (pihak ketiga seperti bank) cukup kuat.


Leave a comment