Abdiansyah Prahasto

Eksposur Akun terhadap Kerugian/Exposure to losses in the Account

Eksposur terhadap kerugian dalam suatu akun laporan keuangan merujuk pada potensi risiko penurunan nilai akun tersebut yang dapat menyebabkan kerugian bagi entitas. Hal ini dapat terjadi karena berbagai faktor, termasuk perubahan lingkungan eksternal entitas, fluktuasi pasar, risiko kredit, atau perubahan dalam standar akuntansi.

Contoh Akun dengan Eksposur terhadap Kerugian Tinggi

Akun-akun ini sangat rentan terhadap kerugian karena fair value yang berfluktuasi, kerumitan transaksi, atau eksposur terhadap risiko pasar/kredit:

  1. Piutang usaha. Terutama dari pelanggan dengan risiko gagal bayar tinggi.
  2. Persediaan. Rentan terhadap keusangan, pencurian, atau penurunan nilai.
  3. Aset keuangan seperti derivatif, investasi jangka pendek, atau surat berharga.
  4. Aset pajak tangguhan. Bisa tidak dapat direalisasi jika perusahaan tidak menghasilkan laba kena pajak.
  5. Goodwill dan aset tak berwujud. Risiko penurunan nilai.
  6. Aset tetap di lokasi berisiko tinggi, misalnya di wilayah rawan bencana atau konflik.

Contoh Akun dengan Eksposur terhadap Kerugian Sedang

  1. Kas dan setara kas. Bisa berisiko jika tidak disimpan pada lembaga keuangan yang kredibel.
  2. Aset tetap. Bisa mengalami kerugian akibat kebakaran, pencurian, atau penurunan nilai karena kondisi pasar yang berubah.
  3. Pendapatan diterima di muka. Bisa berubah jika layanan tidak diberikan atau dibatalkan.
  4. Investasi jangka panjang seperti saham yang tidak diperdagangkan secara aktif.
  5. Piutang pihak berelasi. Bisa berisiko jika tidak ada kejelasan jatuh tempo atau jaminan.

Contoh Akun dengan Eksposur terhadap Kerugian Rendah

Akun-akun ini umumnya stabil dan tidak terlalu rentan terhadap kerugian langsung:

  1. Modal saham.
  2. Saldo laba.
  3. Utang pajak.
  4. Hutang usaha. Selama dibayarkan sesuai ketentuan.
  5. Beban dibayar di muka. Risiko rendah kecuali layanan dibatalkan secara sepihak

Leave a comment