
China Electronics Corporation (CEC, “Perusahaan”) adalah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Republik Rakyat Tiongkok dan termasuk salah satu produsen terbesar peralatan telekomunikasi di China, baik untuk kebutuhan sipil maupun militer. CEC membawahi sebuah ekosistem besar perusahaan teknologi informasi ternama di China. Hingga saat ini, CEC mengendalikan 61 anak perusahaan, termasuk 13 perusahaan holding yang tercatat di bursa.
Basis manufaktur CEC tersebar di berbagai kota strategis seperti Beijing, Shanghai, Wuhan, Shenzhen, Nanjing, Changsha, dan Xiamen. Dengan jumlah karyawan yang telah melampaui 70.000 orang, CEC beroperasi dalam skala industri yang sangat besar. Dalam kegiatan usahanya, CEC menyediakan layanan end-to-end: mulai dari desain, pengembangan, manufaktur, penjualan, hingga layanan purna jual di bidang semikonduktor dan komponen elektronik, komputer dan komponen inti komputer, perangkat lunak dan sistem integrasi, telekomunikasi, serta elektronik konsumen. Selain itu, CEC juga bergerak di bidang e-commerce, logistik dan layanan informasi, serta jasa desain dan kontrak rekayasa elektronik.
Pada 31 Desember 2011, manajemen menyimpulkan bahwa pengendalian internal atas pelaporan keuangan (Internal Control over Financial Reporting/ICOFR) Perusahaan tidak berjalan efektif. Salah satu akar permasalahannya adalah ketiadaan Direktur Keuangan yang memiliki pemahaman memadai atas persyaratan akuntansi dan pelaporan perusahaan publik di Amerika Serikat. Di saat yang sama, Perusahaan juga belum memiliki staf keuangan dengan keahlian yang memadai dalam pelaporan berbasis U.S. GAAP.
Sebagai konsekuensinya, Perusahaan sangat bergantung pada konsultan keuangan eksternal yang memiliki keahlian dalam konversi laporan keuangan ke U.S. GAAP untuk membantu penyusunan dan penelaahan laporan keuangan konsolidasian. Ketergantungan ini memperlihatkan bahwa kapabilitas internal belum sepenuhnya siap untuk mendukung kewajiban pelaporan sebagai perusahaan publik di pasar global.
Masalah tidak berhenti di situ. Manajemen juga menilai bahwa Perusahaan belum memiliki dokumentasi yang memadai atas proses keuangan, penilaian risiko, serta pengendalian internal yang berjalan. Lebih jauh lagi, terdapat sejumlah kelemahan dalam desain maupun operasional pengendalian internal atas pelaporan keuangan yang dikategorikan sebagai material weakness (MW).
Sebagai respons atas temuan tersebut, Perusahaan menyusun rencana remediasi yang berfokus pada penguatan fondasi tata kelola internal. Langkah-langkah utama yang direncanakan antara lain:
- Melakukan evaluasi ulang kebutuhan sumber daya manusia, khususnya di fungsi keuangan dan akuntansi.
- Mendokumentasikan proses dan prosedur pelaporan internal secara lebih sistematis dan konsisten.
- Memastikan adanya penelaahan laporan secara tepat waktu sebelum diterbitkan, sehingga risiko kesalahan dapat ditekan sejak awal.
- Menganalisis transaksi yang tidak biasa sejak transaksi tersebut terjadi, agar tersedia waktu yang cukup untuk dilakukan penelaahan berlapis (multiple levels of review).
Sumber: SEC (2011). Form 10-K/A.


Leave a comment