Abdiansyah Prahasto

Suatu Perusahaan FMCG Memiliki 1.000 Gudang, Apakah Control Self-Assessment (CSA) ICOFR Perlu Dilakukan di Seluruh Gudang?

Jawabannya adalah iya. Akurasi dan kelengkapan nilai persediaan yang disajikan dalam laporan keuangan secara langsung bergantung pada pencatatan persediaan yang diterima dan dikeluarkan dari setiap gudang. Oleh karena itu, pengendalian internal pada tingkat gudang harus mampu memberikan keyakinan yang memadai bahwa persediaan dicatat secara akurat, lengkap, dan tepat waktu.

CSA adalah proses berkelanjutan yang dilakukan oleh Lini Pertama (Control Owner) dalam mengkonfirmasi kesesuaian rancangan dan efektivitas operasi pengendalian atas pelaporan keuangan secara mandiri yang meliputi:

  • Kesesuaian rancangan pengendalian dalam memitigasi risiko pelaporan keuangan;
  • Kesesuaian dan konsistensi operasi aktivitas pengendalian sesuai dengan rancangan pengendalian;

CSA bertujuan untuk meningkatkan kesadaran kepada Control Owner atas risiko dan pengendalian atas pelaporan keuangan, tanggung jawab dalam melaksanakan, serta terus meningkatkan aktivitas pengendalian atas pelaporan keuangan yang menjadi tanggung jawab Control Owner tersebut. Pelaksanaan CSA merupakan tanggung jawab dari Lini Pertama (Control Owner).

Pengendalian tidak dapat dipusatkan semata-mata di kantor pusat. CSA ICOFR tidak bisa dilakukan di gudang-gudang tertentu saja. Setiap gudang merupakan point of control yang kritikal. Sebagai contoh, apabila terdapat pengendalian utama di tingkat gudang yang dirumuskan sebagai berikut: “Supervisor Gudang melakukan penelaahan atas Formulir Penerimaan Barang yang disiapkan Staf Gudang dengan membandingkannya terhadap Surat Jalan dan Purchase Order,” maka pengendalian tersebut harus benar-benar dijalankan secara konsisten di seluruh gudang.

Dalam praktiknya, hal ini berarti sekitar 1.000 supervisor gudang—sesuai jumlah gudang yang dikelola—perlu melaksanakan CSA ICOFR dan menyampaikan bukti pelaksanaan pengendalian (control evidence) kepada Fungsi ICOFR untuk dilakukan validasi. Tanpa mekanisme ini, manajemen pusat tidak memiliki dasar yang memadai untuk menyimpulkan bahwa pengendalian persediaan telah berfungsi secara efektif di seluruh organisasi.

Leave a comment