
Federal Home Loan Mortgage Corporation (FHLMC/Perusahaan), yang lebih dikenal sebagai Freddie Mac, adalah sebuah badan usaha milik pemerintah Amerika Serikat berbentuk government-sponsored enterprise (GSE) yang sahamnya diperdagangkan secara publik. Perusahaan ini berkantor pusat di Tysons, Virginia. FHLMC didirikan pada tahun 1970 dengan tujuan memperluas pasar sekunder pembiayaan perumahan di Amerika Serikat. Bersama organisasi saudaranya, Federal National Mortgage Association (Fannie Mae), Freddie Mac membeli kredit pemilikan rumah (KPR), mengelompokkannya, dan menjualnya kembali kepada investor swasta di pasar terbuka dalam bentuk mortgage-backed securities (MBS). Pada tahun 2023, Freddie Mac menempati peringkat ke-45 dalam daftar Fortune 500 berdasarkan total pendapatan, dengan total aset kelolaan mencapai USD 3,208 triliun.
Pada 31 Desember 2006, Perusahaan mengungkapkan kelemahan material/material weakness dalam aspek kecukupan SDM. Perusahaan perlu merekrut tambahan sumber daya manusia yang berkualitas untuk mengisi posisi kepemimpinan dan peran strategis lainnya pada fungsi-fungsi tertentu yang signifikan.
Tingkat pengunduran diri karyawan secara sukarela (voluntary turnover) pada tahun 2005 tercatat lebih tinggi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Namun, pada tahun 2006, tingkat voluntary turnover tersebut menurun secara signifikan dibandingkan dengan tahun 2005. Tingginya voluntary turnover yang tidak diinginkan dapat membebani sumber daya yang ada serta meningkatkan risiko operasional Perusahaan. Di samping itu, standar kinerja perlu ditegakkan secara konsisten guna membentuk budaya akuntabilitas yang lebih efektif di seluruh organisasi.
Sejalan dengan hal tersebut, kegiatan remediasi difokuskan pada penanganan isu-isu kepegawaian di area-area strategis melalui identifikasi dan pengisian posisi kritikal yang masih kosong, pemenuhan kebutuhan pengembangan dan pelatihan karyawan, serta pengurangan ketergantungan pada individu tertentu (key person dependency) dalam peran-peran yang bersifat krusial. Selain itu, Perusahaan juga mengambil langkah-langkah untuk membangun budaya akuntabilitas yang mendukung pengambilan keputusan terkait manajemen risiko operasional serta mendorong sense of urgency dalam mengidentifikasi dan menangani kelemahan ICOFR.
Sebagai bagian dari upaya tersebut, akuntabilitas dalam manajemen risiko secara formal telah dimasukkan sebagai salah satu sasaran kinerja bagi seluruh karyawan. Perusahaan juga memperkuat penerapan akuntabilitas melalui program pelatihan yang meningkatkan kesadaran atas risiko bisnis serta menekankan pentingnya menjaga efektivitas ICOFR.
Sumber: Laporan Tahunan Perusahaan (2006)


Leave a comment