Abdiansyah Prahasto

Kelemahan Material ICOFR Aspek Tone at The Top, Kode Etik, Forecasting Biaya dan Pendapatan Granite Construction Inc.

Granite Construction Inc. (“Perusahaan”) adalah perusahaan konstruksi sipil, anggota S&P 600 Index yang berbasis dan didirikan di Watsonville, California, serta merupakan perusahaan induk dari Granite Construction Company. Perusahaan ini merupakan kontraktor konstruksi sipil sekaligus produsen agregat konstruksi, yang memiliki atau menyewa tambang di beberapa negara bagian di wilayah Barat Amerika Serikat untuk menambang terutama pasir, kerikil, dan batu pecah (crushed stone products).

Per 31 Desember 2019, manajemen mengidentifikasi defisiensi pengendalian (control deficiencies) yang secara individual maupun secara keseluruhan (in the aggregate) merupakan kelemahan material (material weaknesses/MW). Manajemen mengungkapkan bahwa manajemen tidak mengimplementasikan lingkungan pengendalian (control environment) yang efektif. Secara khusus, beberapa anggota manajemen tidak cukup mendorong, memantau, atau menegakkan kepatuhan terhadap Kode Etik Perusahaan dan kebijakan serta prosedur akuntansi.

Selain itu, sebagian dari anggota manajemen tersebut memberikan tekanan kepada individu yang bertanggung jawab atas keuangan operasional di segmen operasi Heavy Civil, yang mengakibatkan adanya arahan manajemen untuk menghasilkan proyeksi pendapatan dan biaya yang terlalu optimis dan tidak sesuai dengan prosedur Perusahaan. Tindakan-tindakan ini mencerminkan tone at the top yang tidak tepat, melanggar Kode Etik serta kebijakan dan prosedur akuntansi Perusahaan.

Lingkungan pengendalian yang tidak efektif ini selanjutnya berkontribusi pada defisiensi pengendalian forecasting proyek (project forecasting controls) di segmen operasi Heavy Civil. Manajemen tidak mengimplementasikan kebijakan serta prosedur internal dalam forecasting proyek di segmen operasi Heavy Civil, yang menyebabkan kegagalan untuk mencatat penyesuaian secara tepat waktu pada proyeksi triwulanan (misalnya penyesuaian estimasi biaya, risiko proyek, dan imbalan variabel seperti potensi klaim).

Kelemahan material ini mengakibatkan restatement atas laporan keuangan konsolidasian Perusahaan dan pengungkapan terkait untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2018 dan 2017, serta informasi keuangan triwulanan yang belum diaudit untuk tiga triwulan pertama pada tahun yang berakhir 31 Desember 2019, dan untuk setiap triwulan dalam tahun yang berakhir 31 Desember 2018.

Mulai tahun 2020, manajemen, dengan bantuan konsultan eksternal, telah meninjau dan memutakhirkan ICOFR sebagai respons terhadap investigasi independen Komite Audit. Manajemen berkomitmen untuk menerapkan perubahan pada ICOFR untuk memastikan defisiensi pengendalian yang berkontribusi terhadap kelemahan material dapat diperbaiki. Manajemen telah melakukan tindakan-tindakan remediasi berikut:

  • Mengambil tindakan yang tepat terhadap personel, termasuk pemutusan hubungan kerja, pemberhentian, dan perubahan kepemimpinan dan/atau tanggung jawab, serta menerapkan perubahan organisasi lainnya, termasuk perubahan dalam struktur pelaporan.
  • Menerapkan pengawasan berkelanjutan, melaksanakan program pelatihan, dan komunikasi tambahan untuk memperkuat:
    1. Standar etika dan Kode Etik di seluruh Perusahaan, yang akan menekankan, antara lain, tujuan dan ketersediaan jalur pelaporan anonim melalui whistleblower hotline.
    2. Proses dan kebijakan forecasting biaya, termasuk dokumentasi pendukungnya yang tepat dan mutakhir.
    3. Prinsip-prinsip dan requirement setiap pengendalian terkait forecasting biaya.
    4. Protokol komunikasi pelaporan untuk laporan audit internal.
  • Mengembangkan dan menerapkan pengendalian internal tambahan terkait forecasting biaya, dengan penekanan perlunya review oleh individu yang independen dari tim operasional proyek.

Sumber: SEC (2019). Form 10-K.

Leave a comment