Abdiansyah Prahasto

Kelemahan Material ICOFR Aspek Pendapatan, Proyeksi, dan Tekanan Manajemen Fluor Corporation

Fluor Corporation (“Perusahaan”) adalah perusahaan konstruksi asal Amerika Serikat yang berkantor pusat di Irving, Texas. Perusahaan ini memberikan layanan melalui anak-anak perusahaannya di tiga segmen utama: minyak dan gas, industri dan infrastruktur, serta pemerintahan dan kelistrikan. Fluor adalah perusahaan publik di industri konstruksi terbesar yang masuk dalam peringkat Fortune 500 2023 dan menempati posisi ke-265 secara keseluruhan.

Per 31 Desember 2019, manajemen menyimpulkan bahwa ICOFR Perusahaan tidak efektif karena hal-hal yang dijelaskan di bawah ini:

  • Adanya kelemahan material (material weakness/MW) di salah satu anak usahanya yaitu Fluor Federal Solutions, LLC (FFS) karena kegagalan dalam mengidentifikasi secara tepat waktu dampak dari penyesuaian yang terkait dengan proyeksi yang seharusnya dicatat di periode sebelumnya, serta penyesuaian terkait estimasi jumlah imbalan variabel untuk proyek Radford. Kegagalan ini mengakibatkan pengakuan pendapatan yang salah dan proyeksi kerugian pada proyek tersebut di tahun 2019 dan sebelumnya. Pada periode sebelum 2019, FFS juga tidak mengimplementasikan pengendalian yang efektif atas forecasting biaya proyek, yang utamanya disebabkan oleh kegagalan dalam mempertahankan personel proyek dengan tingkat pengetahuan akuntansi dan pengendalian yang memadai untuk proyek Radford.
  • Mantan pimpinan segmen Energy & Chemicals memberikan tekanan kepada individu yang bertanggung jawab di bidang akuntansi dan keuangan dengan tujuan menyajikan proyeksi yang terlalu optimis di sejumlah proyek Energy & Chemicals. Hal ini mengakibatkan MW di segmen Energy & Chemicals yang terkait dengan ketidakpatuhan terhadap kebijakan dan prosedur Perusahaan yang dirancang untuk mendorong komitmen manajemen terhadap praktik etis. Dalam beberapa kasus tekanan tersebut menyebabkan terjadinya override atas pengendalian proyek dan menimbulkan kesalahan dalam laporan keuangan akibat estimasi proyeksi yang tidak didukung data.

Perusahaan telah meremediasi kelemahan pengendalian di atas dengan cara:

  • Menindak personel, termasuk pemutusan hubungan kerja, terhadap personel yang terlibat dalam proyek-proyek yang menyebabkan MW;
  • Menyusun prosedur pemantauan tambahan untuk membantu memastikan kebijakan dan prosedur Perusahaan secara konsisten diikuti di tingkat proyek, termasuk merancang approval line yang lebih ketat dan merancang dokumentasi pendukung ketika proyek berjalan di luar kebiasaan tertentu;
  • Menyusun panduan yang lebih baik untuk forecasting proyek, termasuk penilaian imbalan variabel di tingkat proyek;
  • Merancang templat baru untuk membantu standarisasi dokumentasi dan pelaporan tertentu di tingkat proyek di seluruh proyek dan unit bisnis; dan
  • Meningkatkan pelatihan atas kebijakan dan prosedur, termasuk kode etik dan proses penyampaian keluhan, serta menyusun langkah-langkah untuk meningkatkan kesadaran atas kebijakan, prosedur, dan panduan pengendalian forecasting terkait.

Sumber: SEC (2019). Form 10-K.

Leave a comment