Abdiansyah Prahasto

Kelemahan Material ICOFR Pencadangan Insurance Liability MetLife, Inc.

MetLife, Inc. (“Perusahaan”) adalah perusahaan induk dari Metropolitan Life Insurance Company (MLIC), yang lebih dikenal sebagai MetLife, beserta afiliasinya. MetLife merupakan salah satu penyedia global terbesar untuk produk asuransi, anuitas, dan program tunjangan karyawan, dengan sekitar 90 juta pelanggan di lebih dari 60 negara. Perusahaan ini didirikan pada tanggal 24 Maret 1868. MetLife menempati peringkat ke-43 dalam daftar Fortune 500 tahun 2018 untuk perusahaan-perusahaan terbesar di Amerika Serikat berdasarkan total pendapatan.

Sekitar 25 tahun yang lalu, perusahaan-perusahaan yang merupakan anak usaha MetLife, Inc. Perusahaan atau pernah menjadi anak usahanya menetapkan praktik untuk melepaskan seluruh insurance liability (kewajiban asuransi) setelah dua kali upaya menghubungi para penerima anuitas, dengan asumsi bahwa mereka tidak akan merespons dan belum berhak atas manfaat sesuai dengan ketentuan kontrak tertentu. Jumlah penerima anuitas yang terdampak, yang mana Perusahaan melepaskan seluruh kewajiban asuransi, tidak lebih dari 1.000 orang per tahun, dan secara keseluruhan mencapai sekitar 13.500 orang hingga 31 Desember 2017, yaitu sekitar 2% dari total populasi penerima anuitas kelompok.

Setelah melakukan tinjauan mendalam, manajemen menyimpulkan bahwa praktik administratif tersebut tidak cukup memadai untuk membenarkan pelepasan cadangan (reserves). Selain itu, manajemen juga menyimpulkan bahwa isu-isu dalam proses pelepasan cadangan tidak dikomunikasikan atau dieskalasi secara tepat waktu di seluruh Perusahaan, yang menghambat kemampuan Perusahaan untuk mengidentifikasi dan menangani isu-isu tersebut secara cepat.

Manajemen menyimpulkan bahwa ICOFR per 31 Desember 2017 tidak efektif berdasarkan kriteria dalam kerangka kerja COSO. Perusahaan mengidentifikasi kekurangan dalam prinsip-prinsip:

  • Aktivitas Pengendalian (Control Activities): Desain dan efektivitas operasional kontrol yang tidak memadai dalam proses dan prosedur untuk mengidentifikasi penerima anuitas kelompok dan penerima pensiun yang tidak merespons atau hilang.
  • Informasi dan Komunikasi (Information & Communication): Desain dan efektivitas operasional kontrol yang tidak memadai untuk memastikan komunikasi dan eskalasi isu dilakukan secara tepat waktu di seluruh Perusahaan.

Remediasi yang dilakukan Perusahaan untuk memperbaiki kelemahan material ini antara lain:

  • Control Activities. Perusahaan melakukan perubahan pada prosedur administratif dan akuntansi serta praktik pencarian untuk mengidentifikasi, menghubungi, dan mencatat respons dari penerima anuitas yang “hilang atau tidak merespons”, termasuk:
    • Menghubungi lebih awal dan lebih sering sebelum usia pensiun normal, termasuk melalui e-mail, dan pencarian basis data eksternal;
    • Revisi komunikasi manfaat kepada penerima anuitas, penjelasan akibat jika tidak merespons, serta verifikasi alamat surat, email, dan nomor telepon;
    • Penyederhanaan dan kejelasan bahasa dalam surat pemberitahuan;
    • Pemeriksaan data tambahan menggunakan jasa pelacak komersial 90 hari sebelum usia pensiun normal dan ketika surat kembali;
    • Menghubungi sponsor rencana awal (jika tersedia), serta penerima anuitas cadangan atau ahli waris yang tercatat.
  • Information and Communication. Perusahaan sedang meninjau praktik komunikasi, eskalasi, dan berbagi pengetahuan agar terjadi secara tepat waktu di seluruh organisasi.

Selain itu, Perusahaan akan melibatkan konsultan pihak ketiga, di bawah pengawasan Chief Risk Officer, untuk melakukan kajian dan analisis menyeluruh atas fakta dan kondisi yang menimbulkan kelemahan material tersebut. Berdasarkan hasil kajian tersebut, manajemen akan menyusun dan melaksanakan rencana remediasi yang lebih lengkap untuk memperkuat ICOFR, terutama dalam aspek komunikasi, eskalasi, dan berbagi informasi di seluruh Perusahaan.

Sumber: SEC (2018). Form 8-K.

Leave a comment