Seiring dengan penyebaran manusia ke berbagai belahan dunia sejak 70.000 tahun yang lalu—mulai dari Afrika, Eurasia, hingga Australia dan Amerika—mereka membawa serta perubahan ekologis yang drastis. Homo sapiens menjadi spesies paling mematikan dalam sejarah bagi banyak makhluk hidup lainnya. Ketika manusia tiba di benua-benua baru, gelombang kepunahan hewan besar—seperti mamut, harimau bertaring tajam, dan hewan purba lainnya—mengikuti.
Contoh paling mencolok adalah di Australia sekitar 45.000 tahun lalu, ketika sapiens pertama tiba. Dalam waktu singkat, lebih dari 90% hewan besar punah. Hal serupa terjadi di Amerika sekitar 15.000 tahun lalu. Senjata utama manusia bukan teknologi canggih, melainkan koordinasi sosial dan kecerdikan berburu secara kolektif, terutama terhadap hewan-hewan besar yang sebelumnya belum mengenal manusia sebagai ancaman.
Manusia bukan hanya pemburu, tetapi juga “pengubah ekosistem.” Pembakaran hutan, penyebaran spesies baru, dan pengelolaan lanskap secara sistematis mempercepat kerusakan lingkungan. Efek ekologis dari Homo sapiens sudah terlihat sejak zaman prasejarah, jauh sebelum Revolusi Industri. Manusia adalah kekuatan yang merusak dan mendominasi sejak awal, dan jejak kehancuran ekologis sudah menjadi bagian dari sejarah manusia. Kerusakan ekosistem bukanlah hal baru—itu sudah dimulai sejak Homo sapiens mulai menjelajah dunia.
Sumber: Harari (2014). Sapiens.

Leave a comment