
Mesa Air Group, Inc. (“Perusahaan”) adalah perusahaan induk penerbangan komersial yang berasal dari Nevada, dengan kantor pusat di 410 North 44th Street, Suite 700 di kawasan Camelback East, Phoenix, Arizona, Amerika Serikat. Perusahaan ini mengoperasikan satu anak perusahaan maskapai penerbangan regional, yaitu Mesa Airlines, yang beroperasi sebagai United Express dan (hingga tahun 2023) sebagai American Eagle, berdasarkan perjanjian kontraktual dengan United Airlines dan American Airlines. Per Juni 2022, Mesa mengoperasikan 167 pesawat, dengan lebih dari 457 keberangkatan harian ke 120 kota di seluruh Amerika Serikat, District of Columbia, Kanada, Meksiko, Bahama, dan Kuba.
Per tanggal 30 September 2023, manajemen mengungkapkan kelemahan material/material weakness (MW) ICOFR untuk tahun fiskal yang berakhir pada tanggal tersebut, yaitu terkait kepatuhan terhadap perjanjian utang (debt covenant compliance). Kelemahan ini berkaitan dengan kegagalan dalam memantau dan meninjau kepatuhan terhadap perjanjian utang. Perusahaan melaporkan bahwa kelemahan pengendalian ini disebabkan oleh:
(i) pelaksanaan pengendalian yang tidak memadai sehubungan dengan kepatuhan dan pengungkapan perjanjian utang;
(ii) kurangnya pemahaman atas perjanjian kredit yang telah diamendemen; dan
(iii) komunikasi yang tidak memadai dengan pemberi pinjaman Perusahaan terkait kepatuhan terhadap perjanjian utang dan proses memperoleh pengesampingan (waiver).
Kelemahan material ini berdampak pada transaksi lain yang bergantung pada penelaahan perjanjian utang, termasuk evaluasi atas kelangsungan usaha (going concern) oleh Perusahaan. Sebagai akibat dari kelemahan material ini, terdapat salah saji material secara faktual pada neraca konsolidasian serta dalam pengungkapan kelangsungan usaha dan pengungkapan kepatuhan terhadap perjanjian utang dalam Formulir 10-Q Perusahaan untuk periode triwulan yang berakhir pada 30 Juni 2023.
Selain itu, sebagaimana dilaporkan dalam Formulir 10-Q Perusahaan untuk periode yang berakhir 31 Desember 2023, manajemen mengungkapkan adanya kelemahan material terkait penghilangan pengungkapan atas kerugian penurunan nilai yang terkait dengan aset yang baru diklasifikasikan sebagai dimiliki untuk dijual (held for sale). Penelaahan manajemen tidak dilakukan pada tingkat ketelitian yang memadai untuk mendeteksi penghilangan pengungkapan atas kerugian penurunan nilai sekitar $40,4 juta terkait dengan aset yang baru diklasifikasikan sebagai dimiliki untuk dijual. Kerugian penurunan nilai ini diungkapkan dalam informasi keuangan per tiga bulan yang berakhir 31 Desember 2023. Pengungkapan yang terlewat ini merupakan kelemahan material atas pengendalian penelaahan subsequent event, khususnya atas aset yang diklasifikasikan sebagai dimiliki untuk dijual setelah tanggal neraca namun sebelum tanggal penerbitan laporan, serta kerugian penurunan nilai atas aset tersebut.
Untuk meremediasi kelemahan material ICOFR terkait penelaahan kepatuhan terhadap perjanjian utang, Perusahaan kini melibatkan personel tambahan untuk melakukan perhitungan perjanjian utang dan meninjau pengendalian serta prosedur pengungkapan milik Perusahaan. Lebih lanjut, manajemen, termasuk CEO dan CFO, menegaskan kembali pentingnya pengendalian internal, kesadaran pengendalian, dan lingkungan pengendalian yang kuat. Manajemen juga terus meninjau, mengoptimalkan, dan meningkatkan kontrol serta prosedur pelaporan keuangan.
Sumber: SEC (2023). Form 8-K, 10-K.


Leave a comment