Abdiansyah Prahasto

Kelemahan Material ICOFR aspek Deferred Tax Assets dan NCI karena Spin-Off suatu Entitas Repsol Oil & Gas Canada Inc.

Repsol Oil & Gas Canada Inc. (“Perusahaan”) adalah perusahaan hulu minyak dan gas bumi yang merupakan anak perusahaan yang sepenuhnya dimiliki oleh perusahaan energi asal Spanyol, Repsol S.A.. Perusahaan ini berfokus pada eksplorasi, pengembangan, produksi, transportasi, dan pemasaran minyak mentah, gas alam, dan cairan kimia lainnya. Repsol Oil & Gas Canada Inc. didirikan pada tahun 1925 dan sebelumnya dikenal dengan nama Talisman Energy Inc. Pada bulan September 2023, Repsol menjual seluruh aset minyak dan gasnya di Kanada kepada Peyto Exploration & Development Corp.

Pada tanggal 31 Desember 2016, Repsol E&P USA Holdings Inc., anak perusahaan yang sepenuhnya dimiliki oleh Perusahaan, menjual 20% kepemilikannya di Repsol Oil & Gas USA LLC (ROGUSA) kepada Repsol USA Holdings Corporation (RUSA), anak perusahaan dari Repsol S.A. Selama kuartal pertama tahun 2017, disimpulkan bahwa perlakuan akuntansi untuk transaksi ini perlu disesuaikan. Penyesuaian tersebut berdampak pada ekuitas pemegang saham, rugi bersih, kepentingan non-pengendali, dan aset pajak tangguhan, sebagaimana dijelaskan di bawah ini:

  • Dampak pajak dari pelepasan kepemilikan awalnya dibebankan ke beban pajak penghasilan dalam Laporan Konsolidasi Laba/Rugi, padahal seharusnya dicatat melalui ekuitas;
  • Aset pajak tangguhan tidak disesuaikan sesuai dengan kepemilikan baru sebesar 80% di ROGUSA, yang merupakan entitas pass-through untuk tujuan perpajakan;
  • Kepentingan non-pengendali dicatat berdasarkan nilai wajar imbalan yang diterima, bukan berdasarkan porsi kepemilikan pemegang non-pengendali atas nilai buku bersih aset yang dilepas, dan selisih antara nilai wajar dan nilai buku seharusnya dicatat ke ekuitas.

Dampak bersih terhadap posisi keuangan perusahaan adalah peningkatan aset pajak tangguhan dan reklasifikasi dalam ekuitas pemegang saham dan kepentingan non-pengendali. Penyesuaian ini tidak berdampak pada arus kas yang dilaporkan oleh perusahaan.

Kesimpulan ini menyebabkan manajemen melakukan peninjauan, yang mengindikasikan adanya kelemahan material dalam ICOFR Perusahaan terkait penelaahan perlakuan akuntansi atas transaksi kepentingan non-pengendali tersebut.

Manajemen telah menerapkan langkah-langkah remediasi yang sesuai untuk mengatasi kelemahan material yang diidentifikasi. Langkah remediasi ini mencakup penguatan pengendalian spesifik atas analisis dan penelaahan dampak transaksi non-rutin yang signifikan terhadap laporan keuangan, termasuk transaksi kepentingan non-pengendali. Langkah remediasi juga termasuk memperkuat tanggung jawab penelaahan oleh individu dengan keahlian khusus.

Sumber: SEC (2016). Form 40-F/A.

Leave a comment