Abdiansyah Prahasto

Menentukan Materialitas Keseluruhan/Overall Materiality (OM) ICOFR

OM merupakan nilai yang dipandang signifikan untuk menentukan Material Weakness (MW) dalam proses audit. OM digunakan sebagai pendekatan untuk menentukan ruang lingkup ICOFR. Laba/rugi sebelum pajak dari operasi yang dilanjutkan sering digunakan untuk entitas yang berorientasi pada laba. Namun, fokus utama pada laba/rugi sebelum pajak periode berjalan mungkin tidak selalu tepat. Bergantung pada sifat dan keadaan tertentu entitas serta pengguna laporan keuangannya, elemen lain dalam laporan keuangan mungkin lebih tepat dalam menentukan OM. Laba/rugi sebelum pajak mungkin tidak sesuai:

  • Untuk entitas start-up
  • Untuk entitas yang produknya masih dalam tahap pengembangan
  • Untuk organisasi nirlaba
  • Ketika laba entitas bersifat fluktuatif
  • Untuk entitas yang berbasis aset

Berikut ini beberapa tolak ukur untuk penentuan OM:

NoTolok Ukur% dari Tolok Ukur  
1Laba/rugi sebelum pajak5-10%
2Total pendapatan0,8-2%
3Total beban0,8-2%
4Total Aset0,5-2%

Menentukan OM melibatkan penggunaan pertimbangan profesional. Persentase tertentu sering kali diterapkan pada tolok ukur yang dipilih sebagai titik awal dalam menentukan OM. Faktor-faktor yang dapat memengaruhi identifikasi tolok ukur yang sesuai antara lain sebagai berikut:

  • Unsur-unsur laporan keuangan (misalnya, aset, liabilitas, ekuitas, pendapatan, beban)
  • Apakah terdapat pos-pos tertentu yang menjadi fokus perhatian pengguna laporan keuangan entitas tersebut (misalnya, untuk tujuan mengevaluasi kinerja keuangan, pengguna mungkin cenderung fokus pada laba, pendapatan, atau aset neto)
  • Sifat entitas, posisi entitas dalam siklus hidupnya, serta industri dan lingkungan ekonomi tempat entitas beroperasi
  • Struktur kepemilikan entitas dan cara pendanaannya (misalnya, jika entitas sepenuhnya dibiayai oleh utang dan bukan oleh ekuitas, pengguna mungkin akan lebih menekankan pada aset dan klaim atas aset tersebut daripada pada laba entitas)
  • Volatilitas relatif dari tolok ukur tersebut

Menentukan persentase yang akan diterapkan pada tolok ukur yang dipilih melibatkan penggunaan pertimbangan profesional. Faktor-faktor penentuan persentase di antaranya (semakin banyak jawaban “Ya” maka semakin rendah persentasenya):

  • Apakah entitas perusahaan publik?
  • Apakah selera risiko dari pemilik entitas rendah?
  • Apakah pengguna laporan keuangan entitas beragam?
  • Apakah entitas memiliki hutang yang material?

Bagaimana pengalaman Anda menentukan OM?

Sumber: International Standards on Auditing (ISA), pengalaman penulis

Leave a comment